Rabu, 25 Februari 2015

ya mungkin ini lanjutan dri kisah kemarin . Setelah aku putus dengan kekasihku kini aku memulai hubungan yang baru dengan G . awalnya berjalan dengan baik dan terlihat sangat manis . caranya memperlakukan ku sangat membuatku nyaman dan merasa sangat di hargai . hingga jalan beberapa minggu aku mengetahui ceritanya , ia mengagumi wanita lain , bahkan sampai saat ini saat kita bersama dan mulai memasuki bulan ke dua. itu cukup membuatku terluka. di tambah lagi dengan aku mendengar cerita bahwa ia masih berusaha untuk menyayangiku, lalu selama ini ? itu hanya jadi tanda tanya dalam benaku. dan aku pun mulai meragu, tapi ketika ku mulai ragu dan hendak mengakhiri segalanya, dia berusaha meyakinkan ku bahwa dia telah menyayangiku dan tak ingi mengakhiri segalanya. tapi selama itu aku masih bisa menikmati kebebasanku ya saat aku masih bisa bermain bersama teman temanku tanpa perlu rasa cemburu darinya.
aku mengaguminya ketika jari jarinya memetikan senar gitar dan mulai mendengdangkan sebuah lagu yang sunguh merdu untuk di dengar , caranya bernyanyi sunguh indah seperti dia terhanyut dalam lagu dan menjiwai lirik yang ia nyanyikan. aku sangat suka melihatnya bahkan itu bisa membuatku terpaku dan tak ada yang bisa mengalikan pandangaku.

Selasa, 24 Februari 2015

Hai aku hanya seorang gadis biasa yang ga terlalu bisa mengungkapkan apa yang aku rasa. Aku fikir dengan aku menulis yang aku rasa mungkin itu dapat membantu meringankan apa masalahku. entah dari mana aku harus memulai . aku pernah dan masih menyayangi sesosok pria yang sebut saja dia G , dia kakak tingkat yang ku kagum. awalnya ini semua hanya keisengan belaka , sampai ternyata dia mengangap ini semua serius. ya dia mengetahui bahwa aku mengaguminya dari temanku . hingga suatu hari dia mengirim pesan, semua berawal dari situ. awal pertama kita memulai pendekatan. awalnya dia terlihat dewasa dan bisa merangkul aku yang masih ke kanak kanakan . entahlah aku dengan mudah merasa aman berada di dekatnya. tatapan mata dia yang tajam , sikapnya yang santai , cukup membuat tidurku tergangu . ya mungkin itu jatuh cinta. tapi di balik itu semua aku masih memiliki ke kasih, namun kenyataanya kami sudah tidak bersama, aku tidak pernah suka ketika ruang gerakku di batasi, ketika apa yang ku lakukan selalu di curigai. membuatku merasa tidak nyaman. awalnya aku tak berani untuk mengakhiri hubungan itu dengan alasan 'keluarga' . ya itu yang membuatku merasa terbebani dan tidak enak . tapi segala sesuatu tidak bisa dipaksakan. aku pun memilih untuk mengakhiriya. ya walau butuh waktu yang lama hingga dia bisa menerima itu semua.